Beberapa kali Ryza memutar video klip boyband
korea itu. Tak jarang ia menirukan
gerakannya, dan “gubrak” ia jatuh dari kursinya. “Assallam,, mu” Rudi terkaget-kaget melihat Ryza jatuh, dan
ia mendekat, bukan pada Ryza tapi pada lepy masih menyala dengan boyband
ia. “Bhahahahahah” Rudi berlari keluar
dan memanggil teman-temannya yang lain. “Woy, Ryza nggak lurus!” kata Rudi
sambil terus tertawa. Fahmi, Sigit,
Ilham, dan Romi masuk dan terdiam. “aduh
boh, keren , unyu-unyu,,,” kata Sigit dengan nada genit. Mereka menertawai Ryza dengan puas. “Wah, kayaknya kita harus nyari kiper baru
nich, Ryza dah pindah jalur thu!” kata Romi.
Ryza hanya diam dan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal
itu. “Club futsal kita mau dibawa kemana
pak ketua?” kata Ilham menepuk pundak Romi.
“Nah, nich,, ini ni, kalo orang cinta mati!” kata Rudi menunjuk
wajahku. Lalu kami duduk melingkar, dan
Fahmi mengutak utik lepyku. Kami enam
sahabat sejak pertama kali menjadi mahasiswa.
Kami sering disebut sebagai genk juga, karena kami sekelas dan selalu
bersama. Malah ada yang mengatai mereka TiCieM (triple Couple Maho) karena
rata-rata mereka berwajah tampan, mirip artis korea. Dan mereka lajang, karena
memang prinsip mereka tidak mau punya pacar karena wanita itu ribet. Yang punya
pacar hanya Ryza, pacarnya adalah adik kelas yang sukanya boyband-boyband
korea.
Sudah 3 tahun Ryza dan Sherly bersama,
Sherly adik kelas Ryza sejak SMA, namun Sherly adalah tentangga Ryza sebelum
Ryza pindah ke kota lain. Tak disangka
mereka bertemu lagi saat SMA, dan setelah Ryza kelas 3 barulah mereka
jadian. Dan sampai sekarang, bahkan
Sherly juga di Universitas yang sama dengan Ryza. Sebenarnya tidak ada wanita yang bisa menolak
pesona mereka, Ryza, Rudi, Ilham, Sigit, Fahmi, dan Romi, mereka selain tampan
juga cerdas dan baik hati, tapi mereka cuek.
Mereka sahabat yang baik, Ryza sering merepotkan teman-temannya itu,
semua karena Sherly. Walaupun mereka
lajang tidak berarti tidak ada yang
mereka sukai, Rudi, Ilham, Sigi, Fahmi dan Romi punya gebetan
masing-masing. Tapi prinsip mereka
adalah “Cinta yang Indah adalah cinta yang disembunyikan.” Mereka saling bantu untuk urusan itu, dan
juga tentang kuliah.
Tahun pertama ulang tahun Sherly
setelah pacaran dengan Ryza, teman-teman Ryza tadi dipaksa memakai pakaian
serba Pink di pesta, yaitu kostum hello kitty.
Tentu sedikit menggerutu mereka melakukannya, meskipun reputasi mereka
sempat turun waktu karena foto mereka dipajang dimading kampus. Namun, persahabatan mereka bertahan sampai
sekarang. Tahun kedua, Ryza dan yang
lain harus membuat hujan bunga di kampus.
Tapi mereka lebih senang dengan hal itu dari pada yang tau lalu, meskipun
harus dimahari dan membersihkannya, tapi itu mempererat persahabatan mereka.
“Eh, bentar lagi ultah Sherly, jangan
bilang kamu mau ngasih kado yang berhubungan dengan yang tadi!” kata Ilham
sambil menunjuk ke Lepy tadi. Mereka
berhambur menjauh dari ku, dan menyibukkan diri. Aku tau mereka tak akan mau melakukan hal
itu, karena rencanaku adalah meniru boyband tadi dan menunujukkannya pada
Sherly, karena aku tau dia suka boyband itu.
Ryza beberapa kali melihat wajah-wajah mereka, “ehm,, keren, tinggal
dipermak!” kata Ryza sambil memegang daku.
“Ogah Ryz, nurutin kamu, bisa gila aku!” kata Rudi. “hhm, hmm, yong krut, bro!” kata Romi.
“Sekarang kita musti fokus ke Futsal kita, kan bentar lagi mau tanding
sama musuh bebuyutan.” Kata Ilham. “Ayolah teman-teman, aku mau kasih yang
terbaik buat Sherly, plisss!!!” kata Ryza sambil terus memohon. “Trus kapan, kamu mau ngasih yang terbaik
untuk kita?” Kata Rudi. “Udahlah,Ryz,
kita nich dah dewasa, masak pacaran kayak remaja aja, pake gitu-gituan, lagian
Sherly kan nerima kamu apa adanya!” kata Fahmi.
“Bukan gitu, aku takut cinta Sherly habis, trus pergi ninggalin aku!”
kata Ryza memelas. “Kalau dia ninggalin kamu, berarti Sherly mu itu bego!” kata
Romi. “Heh, jangan bilang gitu napa?”
sahut Ryza. Akhir-akhir ini Sherly
seperti menjauh dari Ryza, mereka jarang ketemu, dan jarang sekali Sherly
menelpon atau sms. Selalu Ryza yang
harus menelpon atau sms dulu. “Ok,
sekarang gini aja, kalo kamu bisa nyumbang satu Gol aja tanpa kebobolan, kita
kan turuti mau kamu!” tawar Rudi. Dirasa itu tidak mungkin karena posisi Ryza
adalah Kipper. “Oke!” jawab Ryza sambil
menepuk punggung Rudi.
Ryza menuju kampus untuk menjemput
Sherly, seperti biasa ia menunggu di parkiran.
Senyumnya terbuka lebar saat gadis itu mulai nampak dari kejauhan. “Sher, jadi hari ini?” tanya Ryza sambil
memandang wajah Sherly yang tertunduk.
“Maaf, Ryz, hari ini gak bisa lagi, ada penelitian yang harus ku kerjain
sama temen-temenku.” Jawab Sherly memelas.
Ryza sedikit kecewa, tapi dia tidak pernah marah atau pun berkata kasar
pada Sherly. “Ya udah, gak papa, mau dianter gak?” tanya Ryza pelan sambil
memegang pundak Sherly. Sherly menolak
dan langsung pergi, rupanya dia bersama kakak kelasnya. Sebenarnya Ryza tak terima, tapi ia hanya
tersenyum mencoba berpikir positif.
“Jangan lupa makan ya? Dan nanti kalau sudah dirumah, sms aku!” teriak
Ryza sambil terus memandang Sherly mendekat pada pria lain dan berboncengan.
Sampai di kost, teman-teman Ryza masih
ada situ dan sibuk dengan urusannya masing-masing. Romi dan Rudi asyik dengan game baru. Ilham asyik dengan Kamera Photografinya,
Fahmi asyik dengan tugas kuliah, sigit asyik dengan mimpi indahnya. Dilemparnya batal ke arah sigit yang sedang
tidur, dan langsung terperanjak. “Shit”
teriak sigit. “Gak jadi jalan sama
Sherly tercinta?” tanya Rudi dengan sedikit mencibirnya. Ryza merebahkan badannya ke tempat
tidur. Beberapa jam kemudian ia langsung
terbangun setelah mendengar hpnya berbunyi.
Ternyata dari Sherly yang bilang kalau sudah sampai dan sangat lelah
jadi ia langsung mau tidur. Sigit yang
melihat temannya itu langsung bilang “cewek kayak gitu, mending diputus aja!”
sambil asyik menikmati mie goreng kesukaannya.
“Gak, mungkin dia lagi sibuk aja!” kata Ryza menghibur diri.
Pertandingan Futsal dimulai, Romi
menyerang dan Gol, Lawan balik menyerang dan bisa ditepis, tapi bola memantul
dan di tendang oleh lawan lagi, Ryza
bangkit dan menangkapnya, pundaknya terbentur tiang gawang, namun ia bangkit dan
memberikan bola pada Rudi yang sudah siap didepan. Ryza memegang pundaknya, ia
sedikit meringis menahan sakit. “Gak,
papa bro?” tanya Ilham. “Tenang, gak
papa koq!” Jawab Ryza lalu berlari menyongsong bola jauh kedepan, ia melakukan
shoting menerima umpan Sigit yang gagal di sambar Rudi. Dan Gol, skor 2-0 untuk
tim Ryza. Kipper lawan langsung melempar
umpan ke belakang, Ryza dengan cepat mundur dan menangkap lagi bola yang
ditendang lawan. Fahmi berhasil menyerang
balik dan ia mencetak satu Gol. Serang
balik dari lawan ditendang ke gawang, tapi beruntung membentur mistar
gawang, Ilham yang mau heading menipis
malah memasukan bola ke gawang mereka sendiri.
Ryza gagal menanggap. “Shit” kata Ryza.
“Maaf bro, sumpah aku gak sengaja!” kata Ilham menyesal. Ryza tak marah, dan ia tau kalau Ilham tak
mungkin sengaja melakukan itu. Skor
berakhir 3-1.
Mereka beristirahat, dan mengelap
keringat serta minum. “Mana Sherly Ryz?”
tanya Fahmi. “Tadi udah ku sms, mungkin
dia lagi sibuk!” jawab Ryza. “jah, padahal
Sherly paling semangat kalau kita tanding!” kata Sigit. “aku gagal kasih hadiah buat Sherly besug!”
gumam Ryza. “bro, ayo kita lakuin mau
Ryza, okey kita jadi boyband” kata Ilham.
“Betul!” kata semua, “itung buat
pesta kemenangan, jarang-jarang kita nglakuin hal konyol gini.” Kata Fahmi.
Semua kaget, karena Fahmi orang sama sekali tak peduli apapun, tak suka
hal-hal konyol seperti itu. “tapi!” kata
sigit. Lalu sigit menceritakan kalau ia
melihat Sherly jalan dengan Pria lain kemarin, di Mall, mesra dan tampak ceria
sekali. Dan Sigit sempat menemui Sherly
dan mengatakan kalau ia wanita jahat yang sudah menyakiti sahabatnya.
“Ayo kita lakukan!” kata Ryza tetap
semangat setelah mendengar cerita itu.
Teman-temannya kaget, dan sebenarnya tidak mau melakukan itu untu wanita
yang sudah menyakiti sahabatnya. Namun,
mereka mau lakukakannya karena Ryza bukan Sherly. “Aku nggak akan urungkan niatku Cuma
gara-gara itu, aku akan tunjukkan kalau cintaku tak main-main, dan aku tulus
padanya.” tegas Ryza pada teman-temannya.
Mereka tau Ryza sangat sakit hati,
tapi begitulah Ryza, orang yang rela berkorban apapun untuk gadis yang
ia sayang. Akhirnya mereka berlatih dan
terus berlatih, sampai pada hari sebelum ulang tahun Sherly, mereka membuat
Video Klip. Dirangkum dalam buah DVD
lucu dengan gambar keren dan lucu.
Pesta ultah Sherly kali ini lain,
tidak seramai dulu, sekarang yang datang hanya teman dekat Sherly dan
teman-teman Ryza. Ada seorang pria yang
baru mereka lihat, ia tinggi, dan kelihatan sangat dewasa. Sherly meremas tangannya sendiri saat Ryza
mendekat padanya, dan memberikan kado pada Sherly. Pria tadi juga datang dan memerikan sebuah
kado kecil dan sekuntum bunga. Disela
pesta itu ada break. Ryza dan
teman-temannya makan dipinggir kolam renang sambil menikmati kue dan eskrim.
Pria itu berdiri di dekat pancuran sambil sesekali melihat ke jam ditangannya. “Aku tau nich om-om!” kata Rudi. “Siapa?” Tanya Romi penasaran. “Dia, kakak angkat kita yang brengsek dulu
itu! Yang pernah ku tonjok karena nyakitin mbak Citra!” kata Rudi sangat yakin.
“Oh, iya, yang hampir ku kencingin dulu itu kan?” kata Sigit terus memandang
pria itu. “Apa masalah mbak Citra itu?” tanya Ryza. “hm, kita akan urus dia,
kamu urus gadismu Ryz!” kata Fahmi sambil menepuk punggung dan mendorongku agar
segera menghampiri Sherly yang keluar dari kamarnya.
Mbak Citra adalah korban hipnotis,
Pria itu mendekati gadis-gadis cantik dan kaya untuk dimanfaatkan, awalnya
memang terlihat sangat baik, tapi pada akhirnya nanti akan hanya akan ditinggal
pergi setelah mendapatkan uang yang banyak dari korbannya. “Belum kapok juga bra?” kata Rudi mendekat
dan bertingkah seperti preman, disusul oleh Ilham, Sigit, Fahmi, dan Romi. Pria itu nampaknya ingat kejadian waktu, ia
di pukul oleh Rudi, dan dikerja oleh Sigit.
Waktu itu, ia lari terbirit birit karena kami berenam menghajarnya
sampai babak belur. Sebenarnya tidakkan
kami tidak baik, tapi dia hampir saja melecehkan mbak Citra gebetan Rudi, jadi
kami berprilaku seperti itu. Kali ini
mereka melakukan hal yang sama, namun sedikit lembut karena menyadari ini rumah
Sherly.
Dilain pihak, Ryza menemui Sherly,
Sherly sedikit berbeda, pandangannya agak kosong. Beberapa kali Ryza mencoba menyadarkan
Sherly. Karena tak tau harus berbuat apa,
maka Ryza memeluk Sherly dengan erat lalu mengecup kening Sherly. Setelah beberapa menit, Sherly kaget dan
melotot pada Ryza. “Za, kamu gila!
Banyak orang tau!” kata Sherly malu-malu.
Dan sekarang Ryza yakin kalau Sherly baik-baik saja. Ditangan Sherly sudah ada sebuah cek yang
kosong. Mungkin ia terkena gendam tadi
saat pria itu memberi kado pada Sherly, karena setelah itu Sherly tidak bicara
pada Ryza.
Sepulang dari pesta itu, teman-teman
Ryza terus tertawa karena tadi puas mempermainkan Pria tadi. Bedanya sekarang pria itu sudah ada di kantor
polisi. Ryza tersipu malu membaca SMS,
teman-temannya lega karena Ryza mendapat
lagi senyum bahagianya yang akhir-akhir ini redup.
Keesokan harinya, entah mengapa
anak-anak dikampus tersenyum kalau melihat Ryza dan kawan-kawan. “Cie, mas Ryza, so sweet banget, mau donk
kayak gitu!” kata seorang teman Sherly.
Ternyata Sherly memamerkan Video Klip kami pada teman-temannya, dan menguploadnya
ke FB dan di tag pada teman-teman yang ia kenal. Dan selali lagi mereka malu karena ulah Ryza! Sekarang
enam sahabat itu tak lagi mempermasalahkan apapun ulah Ryza, karena
apapun itu telah membuat persahabatan mereka bertahan dan kenal semua orang. Karena mereka sudah semester akhir maka Rudi
berencana melamar mbak Citra, Romi masih setia dengan teman sekelas kami Stevi,
Fahmi akhirnya bersama Yuli, Sigit tetap menjadi pengagum rahasia Silla teman
dekat Sherly, dan Ilham yang masih ingin jOmblo saja, karena sudah dijodohkan
oleh ortunya.
Dalam waktu sedetik saja mereka jatuh
cinta, namun seumur hidup mereka saling mencinta. Aksi mereka lagi , mengundang gadis-gadis
itu di sebuah stadion yang cukup besar, yang berisi hanya Sebelas orang. 5 gadis itu berdiri bangku penonton, dan
mereka berenam mencukur habis rumput di lapangan dengan bentuk LOVE. Dengan
tangan mereka keatas dan ujung-ujung tangan diatas kepala sampai menyerupai
bentuk hati, mereka berteriak “SARANGHEO.”
--END--