Kamis, 19 April 2012

Biarlah




Saat Ryza, Romi, Rudi, Fahmi, dan Ilham sedang sibuk dengan urusannya masing di rumah itu, tiba-tiba sigit datang dan membanting pintu keras-keras.  Sontak semua menoleh kearahnya, “Napa Git datang-datang banting pintu?” Teriak Rudi.  “Shit!!!” kata Sigit lalu melempar kado yang dibawanya. Lalu mereka mendekat pada Sigit.  Fahmi dan Ryza duduk disebelah Sigit, sedangkan Rudi, Ilham dan Romi duduk didepannya.   Mereka hanya diam, semua menunggu Sigit yang bicara.  “Sally, ternyata dah punya cowok! Gila, selama ini aku di mainin!” kata Sigit lalu menundukkan wajahnya.  “Sabar sob, kita akan selalu dukung kamu, apapun pilihan kamu!” Kata Fahmi sambil menepuk bahu sigit.  Yang lain hanya bengong, karena jarang sekali Fahmi sampai mengatakan itu.  “Betul Bro!” Teriak Rudi lalu berdiri.
Seusai kuliah seperti biasa, Ryza menjemput Sherly dikelasnya untuk makan siang bersama teman-temannya.  Saat Sherly keluar, ternyata Sally keluar juga dan langsung disambut oleh pria yang ada di belakang Ryza.  Mereka bergandengan dan langsung pergi begitu saja.  Sherly yang menghampiri Ryza lalu pergi ke kantin menyusul teman-temannya.  “Sher, yang tadi itu cowoknya Sally ya?” tanya Ryza disela bincang-bincang mereka.  “Iya, napa?” Jawab Sherly.  Ryza hanya menggeleng, tapi mungkin Sherly sudah tau maksu Ryza.  Hubungan pertemanan Sally dan Sherly akhir-akhir ini sedikit merenggang.  Semenjak Sally kenal dan pacaran dengan pria tadi Sally jadi berubah dan bersikap dingin pada Sherly.  Pria itu sepertinya membawa dampak negativ untuk Sally,  tidak jarang ibu Sally menelpon Sherly dan menanyakan padanya kenapa Sally belum juga pulang.  Terakhir kali ibu sally bercerita kalau Sally pulang pukul 2 pagi. Setelah mendengar cerita dari Sherly, Sigit sedikit naik darah.  Sigit tidak terima orang yang ia sayangi diperlakukan seperti itu. Karena ia tak sabar maka ia lalu beranjak pergi.  Ryza dan Rudi segera mengikutinya. “Sher, aku ikuti Sigit dulu, takut dia nekat nanti!” pamit Ryza.  Sherly hanya mengangguk dan meneruskan makanya ditemani Fahmi dan Ilham.
Sigit dengan sepeda motornya ngebut, Rudi dan Ryza mengikuti dari belakang.  Rupanya Sigit menuju Mall, mereka parkir dan Sigit masuk, ia berkeliling dimall itu, naik ke atas dan masuk di bioskop.  Tak ditemukan Sally, sampai akhirnya Ryza melihat Sally diseberang “Git, thu thu Sally!” kata Ryza sambil menunjuk ke arah Sally.  Sigit dengan langkah cepat segera menujunya dan menarik tangan Sally.  Ryza dan Rudi yang mengikuti dari belakang hanya diam.  “Apaan sih Git!” kata Sally sambil berusaha melepaskan tangan.  “Sall, dia itu gak baik buat kamu!” kata Sigit sambil berlahan melepaskan tangannya.  “Apapun dia dan bagaimanapun dia, aku tetap butuh dia Git!” kata Sally dengan mata sedikit sembab.  “Kenapa, aku ikhlas kamu sama yang lain, tapi bukan dia!” Kata Sigit dengan nada sedikit meninggi.  “Tapi, dia ayah dari anak yang ku kandung sekarang git!” jawab Sally lalu ia menunduk dan menangis.  Sigit seperti tertimpa bolam lampu, sakit sekali hatinya dan badannya pun ikut sakit.  Ryza yang mendengar itu lalu mendekati pria itu dan memberikan satu tonjokan keras kewajah pria itu.  Pria itu membalas dan menarik baju Ryza, Sigit secara refleks juga memberikan tonjokannya. “Bess!!” Pria itu tersungkur.  “Ayo pergi Bro!” Ajak Rudi dan membenahi kerah Ryza yang agak berantakan.  Tangan sigit menyapu bahu Ryza.  “makasih Sob!” kata Sigit lalu mengajak teman-teman pergi dan membawa Sally juga bersamanya.
Sigit mau menikahi Sally walaupun ia tengah hamil dengan orang lain. Ia tau itu karena Sally di perdaya.   Sehari sebelum akat nikah, Sally terpeleset dan ia mengalami pendarahan, sehingga akat nikah itu ditunda sementara.  Karena Sigit menikahi Sally bukan karena ia hamil, tapi karena ia menyayangi Sally.
Hari pernikahan pun tiba, diakhir acara 6 pasangan kekasih itu berfoto bersama, dan ketika lempar bunga, Sherly yang mendapatkan bunga itu.  Ryza pun jadi memerah wajahnya.

JANGAN BILANG END



Sherly sudah menunggu lebih dari 30 menit,  hari itu hujan deras dan ia sendiri diparkiran itu.  Beberapa menit kemudian Ryza datang dan turun dari sepeda motornya.  “Maafin aku Sherly, tadi bannya bocor!” dengan basah kuyub ia menghampiri Sherly yang sejak jadi menunggu.  “Ehm, nggak papa og? Sini dikeringin dulu baju kamu.” Jawab Sherly dan memberikan sapu tangan pada Ryza.  Ryza pun mengantar Sherly pulang.  Ryza merasakan sesuatu yang tak enak hari ini, sepertinya ia akan kehilangan sesuatu yang berharga untuknya.  Tapi ia tepis saat melihat senyum Sherly lewat spiyonnya. “Mau makan dulu gak?” tanya Ryza saat melewati Warung Steak.  “Ehm, nggak ah, aku pengen langsung pulang aja!” Jawab Sherly.  Sesampainya dirumah sebelum masuk.  “Ryz, ada yang mau aku omongin ke kamu!” Kata Sherly sambil memegang gagang pintu.  “Ya, apa Sher?” Tanya Ryza penasaran.  Sherly hanya menunduk dan terdiam.  “Kamu marah?” tanya Ryza lagi.  “Aku, gak bisa nerusin hubungan kita Ryz!” kata Sherly sambil membalik badannya dan membelakangi Ryza.  Ryza yang mendengar itu, seperti hatinya sudah tersambar petir dan remuk berkeping-keping.  “Sher, kamu marah karena aku telat jemput ya? Iya aku minta maaf, tapi jangan bilang gitu ya?” Jawab Ryza agak gaguk.  “Aku serius, Ryz. Mulai sekarang, kita gak usah ketemu dan kamu gak usah repot-repot jemput aku!” kata Sherly lalu masuk kerumah dan langsung menutup pintu. 
Dibalik pintu itu, Ryza hanya bisa terpaku dan merasakan betapa sakit hatinya.  Dan Ryza langsung pergi mengendarai motornya dengan kecepatan yang bahkan melebihi Romi yang ugal-ugalan kalau naik motor.  Dibalik pintu lain, Sherly terduduk dan menangis tersedu.  Hati dua Insan saling menyayangi kini terluka, dan alam tau itu.  Hujan turun sangat deras, dan angin besar menghembus. Sherly lalu beranjak dan mengusap air matanya. Menuju telepon dan menghubungi Fahmi, ia menanyakan apakah Ryza sudah sampai atau belum.  Sherly terduduk lemas karena ia tau kalau Ryza belum juga sampai.  Ia menyesal mengatakan itu pada Ryza yang tak tau apa-apa.
Sesampainya di Kost Ryza langsung menuju kamar mandi mengganti bajunya dan merebahkan dirinya ketempat tidur.  “Bro, tadi Sherly nelpon!” Kata Fahmi.  “kamu lagi ada masalah sama Sherly?” sahut Ilham.  “Aku diputus!” Jawab Ryza lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.  Teman-temannya kaget, dan ingin minta penjelasan.  “Udah, biarin dia istirahat dulu!” kata Fahmi menepuk bahu Ilham yang sejak tadi terus menarik selimut Ryza.
Pagi ini semua kesiangan, karena Ryza tidak membangunkan mereka.  Fahmi yang selalu berangkat pagi dan tidak peduli pada teman-temannya pun kali ini tidak membangunkan Ryza yang biasanya bangun lebih pagi darinya. Romi dan Sigit langsung bangkit saat mendengar penjual nasi kuning keliling melewati kontrakan mereka.  “shit, jam berapa sekarang! Rom, bangun!” teriak Sigit dan mendorong Romi yang ada disebelahnya, Romi ketiduran saat melihat bola tadi malam.  Mereka lalu buru-buru mandi, dan saat mereka mau berangkat mereka lewat di depan kamar Ryza yang tidak ditutup, mereka sadar pasti sejak semalam kamar ini tidak tutup, lalu mereka masuk, mereka kaget melihat Ryza yang masih tidur.  “Ryz, bangun, kuliah gak, UTS lho!” kata Romi sambil menarik selimut Ryza. Ryza hanya mengeliat dan menarik lagi selimutnya. “Dingin banget!” kata Ryza. “Sakit Ryz?” kata Sigit lalu memegang kepala Ryza.  “Gak tau! Gak enak badanku!”  kata Ryza lesu.  “ku telpon Sherly ya?” kata Romi. Romi ingat kalau kemarin Ryza sudah diputuskan oleh Sherly.  “nich, maksn minum, kita berangkat dulu, bis kuliah ini, ntar kita anter kamu kedokter.” Kata sigit membawakan sarapan yang disiapkan Ilham pagi tadi sebelum ia berangkat.
“Kalau Rudi tau Sherly sama Ryza putus, bisa gawat nich!” Kata Romi, sambil mendorong kursinya kebelakang selirik ke 2 temannya dibelakang, Fahmi dan Ilham. “Kenapa emang?” Sahut Ilham memainkan pulpen dan mencondongkan badan ke depan agar dosen tak melihatnya berbincang-bincang.  “Kita udah bareng-bareng nglakuin hal gila, Cuma buat Sherly coy!” bisik Sigit yang ada disamping Romi.  “Udahlah, ntar aja diomonginnya, kita juga belum tau gimana ceritanya.” Bisik Fahmi.   Dan mereka kembali fokus mengikuti kuliah, beruntung UTS diundur, karena Dosen lupa membawa soal.  Dua hari lalu Rudi pulang kampung karena adiknya sakit.
Dua hari kemudian Rudi pulang, ia membawa oleh-oleh untuk kawannya.  Ia membagikan masing-masing dan juga untuk pacar-pacar temannya juga.  Saat Ryza keluar dari kamarnya Rudi langsung memberikan suatu bungkusan untuknya. “Nich buat kamu sama Sherly!” Kata Rudi dengan senyum cerianya.  “Oh, tq Bro!” Jawab Ryza dan mengambil bungkusan itu.  Fahmi, Romi, Ilham dan Sigit hanya membisa saja.  Ryza duduk disamping Rudi, ia tersenyum saat melihat bungkusan itu.  Lalu ia memeluk sahabatnya itu,  “Rud, aku kehilangan dia!” kata Ryza dengan sedikit meneteskan airmata.  Rudi lalu mendorong Ryza, ia marah “Siapa yang berani ngrebut cewek sahabatku?” katanya.  “Gak ada yang ngrebut, dia mutusin aku!” jawab Ryza tertunduk.  Mereka semua terdiam, Rudi lalu beranjak dan keluar sambil membanting pintu.  Fahmi menyusul Rudi, diikuti Ilham dan Sigit, sedangkan Romi menenangkan Ryza.
Beberapa saat kemudian Rudi datang, ia menghampiri Ryza, “Maafin aku bro, aku Cuma gak rela kalian putus tanpa alasan gini” kata Rudi sambil menepuk Ryza.  Tak lama kemudian, Sillaa masuk terengah-engah, dan langsung menuju ruang TV tempat mereka ber6 tadi berkumpul.  “Ryz, Sherly Ryz!” kata Silla terengah-engah.  Ryza mendengar nama Sherly lalu bangkit, “Sherly napa Sill?” tanya Ryza penuh kecemasan.  “Sherly masuk Rumah Sakit kemarin, sekarang kondisinya gak baik.” Jawab Silla agak layu.  Mereka semua lalu bangkit dan menuju rumah sakit.
Sherly memang punya penyakit, ia Lemah Jantung, karena itulah Ryza begitu memanjakan Sherlya.  Dulu sewaktu SMA Sherly pernah sakit karena itu, ia pingsan saat upacara dan mengalami sesak nafas hebat, ia sangat lemah saat itu. Dan ia dirumah sakit beberapa hari. Saat Ryza tau itu, ia amat hancur dan karena itulah ia tau betapa berharganya Sherly untuknya, makanya ia lalu berani untuk mengutarakan perasaannya.  Selama dirumah sakit, Ryza lah yang setia menungguinya.  Sherly sering ditinggal oleh orang tuanya keluar negeri jadi ia kesepian, tapi semenjak bertemu lagi dengan Ryza ia tak pernah lagi merasa kesepian.  Banyak orang yang bilang kalau Ryza dan Sherly sangat serasi dan sangat cocok tak akan ada orang bisa memisahkan mereka.
Setelah turun dari Mobil Rudi, Ryza lalu berlari menuju koridor rumah sakit.  “Cepet Sally! Dimana ruangannya!” kata Ryza sambil menarik tangan Selly.  Sally mempercepat langkahnya, ketika dibuah ruangan ia berhenti dan mempersilahkan Ryza masuk duluan.  Dibukanya pintu kamar itu, langkahnya berlahan menghampiri seorang gadis manis yang sedang tertidur di atas tempat tidurnya.  Wajahnya sedikit pucat, namun tetap manis.  Ryza mendekat berlahan, lalu ia duduk disebelah tempat tidur itu.  Ryza pegang tangan lembut Sherly, “Sher, bangun, aku udah disini.” Kata Ryza pelan sambil terus menggenggam tangan Sherly.
Sally berdiri disamping tempat tidur Sherly. “Sherly sayang banget sama kamu, Ryz!” Kata Sally dengan menghela nafas.  Ryza hanya diam dan terus memandangi Sherly yang masih tidak sadar.  “Semua tentang kamu, ia simpan rapi dikamarnya!” Lanjut Sally.  Ryza menghapus air matanya yang menetes.  “Aku tak pernah tau kenapa aku begitu menyayanginya sejak awal, sejak pertama kali bertemu dulu, mungkin 15 tahun yang lalu.” Kata Ryza sambil tersenyum menatap  kearah Sherly.  Ryza mengusap rambut Sherly, terus saja menggenggam tangan Sherly yang sangat lembut itu.  Sally selanjutnya meminta pamit karena Ryza sudah ada disini, dan ia keluar.  Teman-temannya menyambut, dan Rudi mendorong-dorong Sigit agar ia mengantar Sally.  Lalu Rudi menyerahkan Kunci pada Sigit.   Dan mereka berjalan berdua sambil malu-malu, karena sepertinya Sally juga menyukai Sigit.
Fahmi yang ingin masuk mengurungkan niatnya karena melihat Sherly sudah sadar dan sedang berbincang dengan Ryza.  Ryza menoleh pada Fahmi mengkode agar Fahmi masuk saja, namun Fahmi menolak dan keluar kamar.  Diluar Fahmi melarang dulu yang lain untuk masuk, agar Ryza dan Sherly bisa menyelesaikan masalahnya dan bisa berbaikan lagi.  “Maafin aku Ryz!” kata Sherly.  “Maaf untuk apa? Gak ada yang perlu dimaafkan!” jawab Ryza dengan senyum dan mengelus rambut Sherly.  “Tapi?” kata Sherly lalu terhenti karena Ryza menyuruhnya jangan banyak bicara dulu.  Ryza menceritakan dan mengingatkan perbincangannya dulu dengan Ryza kalau mereka tak akan berpisah tanpa alasan yang jelas dan tanpa persetujuan kedua belah pihak.  Waktu itu sehabis pulang sekolah dibawah pohon taman sekolah, mereka mengukir nama mereka dipohon itu.  Dan menuliskan kalau cinta mereka tidak akan berakhir sampai kapanpun, bahkan dikehidupan selanjutnya mereka akan terus bersama, karena ketika bertemu Tuhan nanti, mereka akan meminta untuk terus bersama.

End


Ku Tlah Jatuh Cinta



Seuasai sholat jumat seperti biasa mereka makan siang bersama, Ryza, Rudi, Romi, Fahmi, Ilham, Sigit.  “Wah, sepi nggak ada cewek-cewek itu!” Kata Sigit sambil terus melahap nasi bungkusnya.  “ehm, iya betul!” sahut Rudi sambil mengacungkan sumpitnya.  Ryza yang asyik berebut lauk dengan Romi tiba-tiba terdiam melihat Ilham yang melamun.  “Eh, napa kau?” tanya Ryza sambil menyenggol Ilham yang termenung.  “Wah, dia cantik banget?” kata Ilham sambil menatap kosong.  “Kalau yang kamu maksud Sherly, ku hajar lu!” kata Ryza sambil melotot ke Ilham.  Ilham malah hanya diam dan beranjak keluar.  “Heh, mau kemana Oon?” teriak Sigit.  Setelah ilham keluar makanan yang masih utuh yang ditinggal Ilham segera perebutkan oleh mereka. “Ish, Norak!” kata Fahmi dan beranjak duduk di kursi belajar.
Ilham sangat jarang pergi sendiri, ia lebih sering ikut dengan salah satu mereka kalau bepergian.  Dua minggu yang lalu ia bertemu seorang gadis di perpustakaan kampus.  Waktu itu si gadis ingin mengambil buku di rak atas, karena tidak sampai, maka gadis itu meminta tolong pada Ilham untuk mengambilkkannya, dan itulah pertama kali Ilham bertemu gadis itu.  Sejak saat itu Ilham sering melamun dan sering ke perpustakaan, padahal ia tak suka membaca.  Hari ini ia juga ke perpustakaan, “Biasanya jam segini, dia disini, sekarang kemana ya?” gumam Ilham sambil melihat jam.  Dia terus mencari-cari, disetiap lorong-lorong, dia berjalan mengelilingi perpustakaan yang cukup besar itu.  “Ah, bego, napa dulu aku gak nanya nama sama jurusan dia ya?” kata Ilham sambil mengetuk kepalanya sendiri.
Ilham berlari karena sudah ada janji pada teman-temannya.  “Sory, Bro! Telat!”  kata Ilham sambil terengah-engah dan duduk. Mereka sering nongkrong di kantin sebelum berangkat renang.  Karena jadwal hari ini adalah renang.  Sesampainya di tempat renang, ilham sangat murung.  “Ham, akhir-akhir ini, kamu napa sih?” tanya Ryza sambil mengganti bajunya dengan pakaian renang.  “Asyik, banyak cewek-cewek cantik ntar!”  kata Romi sambil melihat keluar, karena diluar ada anak SMA sedang keluar dari ruang ganti.  “Mana-mana?” Sahut Sigit mendorong Romi.  “Hari ini, aku gak ketemu dia!” kata Ilham berlahan.  Sigit dan Romi yang tadinya ribut langsung terdiam dan beralih pada Ilham.  “Dia sapa ham?” kata Romi dan Sigit bersamaan.  Ilham menceritakan semua pada teman-temannya.
Hari itu mereka tidak jadi berenang karena hujan, seusai mendengar cerita Ilham saat mereka mau keluar tiba-tiba hujan.  Mereka ribut karena tadi ingin ke kolam indoor malah mereka renang di kolam dekat universitas yang out door.  Mereka putuskan untuk ke Mall saja, makan malam.  Saat mereka berenam berjalan selalu menjadi pusat perhatian, selain mereka punya postur tubuh yang bagus juga mereka punya wajah yang tampan.  Ditambah cara berpakaian mereka  yang tergolong wah.  Setelah memilih tempat akhirnya mereka dapat juga,  Rudi memanggil pelayan.  Saat itu Ilham malah berdiri dan tersenyum.  “Nah, itu dia yang ku ceritain tadi!’’ kata Ilham sambil mengarahkan pandangan pada gadis itu.  Teman-teman Ilham menoleh,  “wah, iya, imut-imut ham!” kata sigit dengan melotot.  “Duh, gimana nich? Aku harus apa?” tanya ilham pada yang lain.  Mereka berbisik-bisik saling sahut.  “Pertama, kamu harus tau namanya dan nomer telponnya.”  “Trus, PDKT!”, “Trus , Door!”  mereka lalu kaget saat suara lembut menyapa.  Makanan mereka sudah datang.
Saat teman-teman sudah keluar mall dan menunggu diparkiran, Ilham sengaja masih direstuarant itu.  Seperti yang sudah di ajarkan Rudi dan Ryza, Ilham mulai beraksi.  Ia berpura-pura kebingungan dan mendekat pada gadis itu, menanyakan dimana teman-temannya tadi.  “Aduh, boleh gak minta pulsa buat sms mereka gak? Hp ku kayaknya kebawa deh!”  tanya Ilham agak kaku.  “oH, boleh silahkan!”  kata gadis itu sambil menyerahkan Hpnya dan meneruskan mengelap meja.  Setelah mengirim sms, malah HP Ilham berbunyi, dan ia jadi gugup karena sepertinya gadis itu tau maksud Ilham , karena ia tersenyum.  “Eh pernah ketemukan kita? Di perpus, yang waktu itu?” kata Ilham untuk menghilangkan rasa tak enaknya.  Gadis hanya mengangguk dan tersenyum sangat manis.  “Aku Ilham!” sambil mengulurkan tangannya.  “Lisa.” Jawabnya dengan malu-malu.  Berdebarlah hati Ilham mendengar itu, mereka saling tersipu malu.  Ilham lalu pamit dan mendatangi teman-temannya yang telah menunggu.
Sejak saat itu mereka sering saling telpon.  Lisa adalah gadis baik, ceria dan bersemangat.  Ia juga pandai dan seorang aktivis di kampus.  Ilham dan Lisa semakin dekat, dan hubungan mereka seperti sepasang kekasih yang saat bahagia.  Hari ini Ilham nampak sangat bingung, ia begitu tidak konsentrasi saat kuliah, juga saat bermain futsal dengan teman-temannya, tak jarang ia tersmash bola yang ditendang Rudi atau Romi.  “Heh, napa lagi Ham?” tanya Ryza sambil memainkan bola dan mengoper pada Fahmi. “Iya, napa kawan?” Tanya Fahmi sambil mendekat dan menendang bola pada Rudi.  “Aku bingung, aku harus gimana?” Jawab Ilham lalu duduk bersila ditengah lapangan.  “Bingung napa?” Sahut Sigit. “Aku bingung gimana caranya nembak Lisa!” jawab Ilham lalu tertunduk.  Rudi dan Romi tertawa, “Serahin semua ke kita!” kata Rudi sambil mengedipkan mata pada Ryza dan Fahmi.
Keesokan harinya, Ryza mendatangi Lisa di kelasnya dan memberikan sebuah surat.  Lisa membaca itu, dan mengikuti petunjuk dan mengikuti Ryza.  “Mari tuan putri, ikut saya!” kata Ryza sambil membungkuk dan mempersilakan Lisa didepan.  Ryza mengarahkan Lisa ke taman kampus, saat ada didepan sebuah tempat duduk Romi memberikan 10 balon Gas pada Lisa.  Rudi menghampiri “Suka warna apa?” tanya Rudi.  “Merah” Jawab Lisa malu-malu.  “Merah!” Teriak Rudi.  Tiba-tiba Balon warna merah Meletus “Dor” dan berhamburan kertas kecil warna-warni.  Lisa terkejut lalu terdengar suara gitar akustik yang dimainkan oleh Fahmi dari belakang.  Lisa semakin kaget, dan wajahnya memerah saat melihat Ilham muncul dengan membawa sekuntum bunga mawar.  Lisa semakin menunduk saat Ilham sampai dihadapannya.  Lalu Ilham mengambil sebuah kertas yang jatuh dari balon yang meletus tadi.   Lalu Ilham membuka dan menunjukkan tulisannya pada Lisa.  “I Love You!” kata Ilham dengan senyum manisnya. Lisa hanya bisa diam dan sedikit menghapus airmata harunya. “Mau gak, kita serius?” tanya Ilham malu-malu.  “Kalo kamu juga berkeinginan yang sama, ambil bunga ini, kalo enggak robek aja tulisan ini!” lanjut Ilham.  Beberapa detik kemudian, Lisa mengambil bunga ditangan Ilham dan tersenyum malu-malu.  “Peluk-peluk-peluk!” Sorak-sorak teman-teman Ilham.  Semuanya bahagia dan tersenyum lepas.  “Kalo warna ungu, tulisannya apa?” tanya Lisa sambil mengamati balon warna ungu.   “Hahaha, semuanya juga isinya sama!” Jawab Ilham lalu berlari.  “Ish dasar, kenapa pake ditanya warna apa!” kata Lisa manja, dan mengejar Ilham. 

Sarangheo



Beberapa kali Ryza memutar video klip boyband korea itu.  Tak jarang ia menirukan gerakannya, dan “gubrak” ia jatuh dari kursinya.  “Assallam,, mu”  Rudi terkaget-kaget melihat Ryza jatuh, dan ia mendekat, bukan pada Ryza tapi pada lepy masih menyala dengan boyband ia.  “Bhahahahahah” Rudi berlari keluar dan memanggil teman-temannya yang lain. “Woy, Ryza nggak lurus!” kata Rudi sambil terus tertawa.  Fahmi, Sigit, Ilham, dan Romi masuk dan terdiam.  “aduh boh, keren , unyu-unyu,,,” kata Sigit dengan nada genit.  Mereka menertawai Ryza dengan puas.  “Wah, kayaknya kita harus nyari kiper baru nich, Ryza dah pindah jalur thu!” kata Romi.  Ryza hanya diam dan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.  “Club futsal kita mau dibawa kemana pak ketua?” kata Ilham menepuk pundak Romi.  “Nah, nich,, ini ni, kalo orang cinta mati!” kata Rudi menunjuk wajahku.  Lalu kami duduk melingkar, dan Fahmi mengutak utik lepyku.  Kami enam sahabat sejak pertama kali menjadi mahasiswa.  Kami sering disebut sebagai genk juga, karena kami sekelas dan selalu bersama. Malah ada yang mengatai mereka TiCieM (triple Couple Maho) karena rata-rata mereka berwajah tampan, mirip artis korea. Dan mereka lajang, karena memang prinsip mereka tidak mau punya pacar karena wanita itu ribet. Yang punya pacar hanya Ryza, pacarnya adalah adik kelas yang sukanya boyband-boyband korea.
Sudah 3 tahun Ryza dan Sherly bersama, Sherly adik kelas Ryza sejak SMA, namun Sherly adalah tentangga Ryza sebelum Ryza pindah ke kota lain.  Tak disangka mereka bertemu lagi saat SMA, dan setelah Ryza kelas 3 barulah mereka jadian.  Dan sampai sekarang, bahkan Sherly juga di Universitas yang sama dengan Ryza.  Sebenarnya tidak ada wanita yang bisa menolak pesona mereka, Ryza, Rudi, Ilham, Sigit, Fahmi, dan Romi, mereka selain tampan juga cerdas dan baik hati, tapi mereka cuek.  Mereka sahabat yang baik, Ryza sering merepotkan teman-temannya itu, semua karena Sherly.  Walaupun mereka lajang tidak berarti tidak ada yang  mereka sukai, Rudi, Ilham, Sigi, Fahmi dan Romi punya gebetan masing-masing.  Tapi prinsip mereka adalah “Cinta yang Indah adalah cinta yang disembunyikan.”  Mereka saling bantu untuk urusan itu, dan juga tentang kuliah.
Tahun pertama ulang tahun Sherly setelah pacaran dengan Ryza, teman-teman Ryza tadi dipaksa memakai pakaian serba Pink di pesta, yaitu kostum hello kitty.  Tentu sedikit menggerutu mereka melakukannya, meskipun reputasi mereka sempat turun waktu karena foto mereka dipajang dimading kampus.  Namun, persahabatan mereka bertahan sampai sekarang.  Tahun kedua, Ryza dan yang lain harus membuat hujan bunga di kampus.  Tapi mereka lebih senang dengan hal itu dari pada yang tau lalu, meskipun harus dimahari dan membersihkannya, tapi itu mempererat persahabatan mereka.
“Eh, bentar lagi ultah Sherly, jangan bilang kamu mau ngasih kado yang berhubungan dengan yang tadi!” kata Ilham sambil menunjuk ke Lepy tadi.  Mereka berhambur menjauh dari ku, dan menyibukkan diri.  Aku tau mereka tak akan mau melakukan hal itu, karena rencanaku adalah meniru boyband tadi dan menunujukkannya pada Sherly, karena aku tau dia suka boyband itu.  Ryza beberapa kali melihat wajah-wajah mereka, “ehm,, keren, tinggal dipermak!” kata Ryza sambil memegang daku.  “Ogah Ryz, nurutin kamu, bisa gila aku!” kata Rudi.  “hhm, hmm, yong krut, bro!”  kata Romi.  “Sekarang kita musti fokus ke Futsal kita, kan bentar lagi mau tanding sama musuh bebuyutan.”  Kata Ilham.  “Ayolah teman-teman, aku mau kasih yang terbaik buat Sherly, plisss!!!” kata Ryza sambil terus memohon.  “Trus kapan, kamu mau ngasih yang terbaik untuk kita?” Kata Rudi.  “Udahlah,Ryz, kita nich dah dewasa, masak pacaran kayak remaja aja, pake gitu-gituan, lagian Sherly kan nerima kamu apa adanya!” kata Fahmi.  “Bukan gitu, aku takut cinta Sherly habis, trus pergi ninggalin aku!” kata Ryza memelas. “Kalau dia ninggalin kamu, berarti Sherly mu itu bego!” kata Romi.  “Heh, jangan bilang gitu napa?” sahut Ryza.  Akhir-akhir ini Sherly seperti menjauh dari Ryza, mereka jarang ketemu, dan jarang sekali Sherly menelpon atau sms.  Selalu Ryza yang harus menelpon atau sms dulu.  “Ok, sekarang gini aja, kalo kamu bisa nyumbang satu Gol aja tanpa kebobolan, kita kan turuti mau kamu!”  tawar Rudi.  Dirasa itu tidak mungkin karena posisi Ryza adalah Kipper.  “Oke!” jawab Ryza sambil menepuk punggung Rudi. 
Ryza menuju kampus untuk menjemput Sherly, seperti biasa ia menunggu di parkiran.  Senyumnya terbuka lebar saat gadis itu mulai nampak dari kejauhan.  “Sher, jadi hari ini?” tanya Ryza sambil memandang wajah Sherly yang tertunduk.  “Maaf, Ryz, hari ini gak bisa lagi, ada penelitian yang harus ku kerjain sama temen-temenku.” Jawab Sherly memelas.  Ryza sedikit kecewa, tapi dia tidak pernah marah atau pun berkata kasar pada Sherly. “Ya udah, gak papa, mau dianter gak?” tanya Ryza pelan sambil memegang pundak Sherly.  Sherly menolak dan langsung pergi, rupanya dia bersama kakak kelasnya.  Sebenarnya Ryza tak terima, tapi ia hanya tersenyum mencoba berpikir positif.  “Jangan lupa makan ya? Dan nanti kalau sudah dirumah, sms aku!” teriak Ryza sambil terus memandang Sherly mendekat pada pria lain dan berboncengan.
Sampai di kost, teman-teman Ryza masih ada situ dan sibuk dengan urusannya masing-masing.  Romi dan Rudi asyik dengan game baru.  Ilham asyik dengan Kamera Photografinya, Fahmi asyik dengan tugas kuliah, sigit asyik dengan mimpi indahnya.  Dilemparnya batal ke arah sigit yang sedang tidur, dan langsung terperanjak.  “Shit” teriak sigit.  “Gak jadi jalan sama Sherly tercinta?” tanya Rudi dengan sedikit mencibirnya.  Ryza merebahkan badannya ke tempat tidur.  Beberapa jam kemudian ia langsung terbangun setelah mendengar hpnya berbunyi.  Ternyata dari Sherly yang bilang kalau sudah sampai dan sangat lelah jadi ia langsung mau tidur.  Sigit yang melihat temannya itu langsung bilang “cewek kayak gitu, mending diputus aja!” sambil asyik menikmati mie goreng kesukaannya.  “Gak, mungkin dia lagi sibuk aja!” kata Ryza menghibur diri.
Pertandingan Futsal dimulai, Romi menyerang dan Gol, Lawan balik menyerang dan bisa ditepis, tapi bola memantul dan di tendang oleh lawan lagi,  Ryza bangkit dan menangkapnya, pundaknya terbentur tiang gawang, namun ia bangkit dan memberikan bola pada Rudi yang sudah siap didepan. Ryza memegang pundaknya, ia sedikit meringis menahan sakit.  “Gak, papa bro?” tanya Ilham.  “Tenang, gak papa koq!” Jawab Ryza lalu berlari menyongsong bola jauh kedepan, ia melakukan shoting menerima umpan Sigit yang gagal di sambar Rudi. Dan Gol, skor 2-0 untuk tim Ryza.  Kipper lawan langsung melempar umpan ke belakang, Ryza dengan cepat mundur dan menangkap lagi bola yang ditendang lawan.  Fahmi berhasil menyerang balik dan ia mencetak satu Gol.  Serang balik dari lawan ditendang ke gawang, tapi beruntung membentur mistar gawang,  Ilham yang mau heading menipis malah memasukan bola ke gawang mereka sendiri.  Ryza gagal menanggap.  “Shit”  kata Ryza.  “Maaf bro, sumpah aku gak sengaja!” kata Ilham menyesal.  Ryza tak marah, dan ia tau kalau Ilham tak mungkin sengaja melakukan itu.  Skor berakhir 3-1. 
Mereka beristirahat, dan mengelap keringat serta minum.  “Mana Sherly Ryz?” tanya Fahmi.  “Tadi udah ku sms, mungkin dia lagi sibuk!” jawab Ryza.  “jah, padahal Sherly paling semangat kalau kita tanding!” kata Sigit.  “aku gagal kasih hadiah buat Sherly besug!” gumam Ryza.  “bro, ayo kita lakuin mau Ryza, okey kita jadi boyband” kata Ilham.   “Betul!” kata semua,  “itung buat pesta kemenangan, jarang-jarang kita nglakuin hal konyol gini.”  Kata Fahmi.  Semua kaget, karena Fahmi orang sama sekali tak peduli apapun, tak suka hal-hal konyol seperti itu. “tapi!”  kata sigit.  Lalu sigit menceritakan kalau ia melihat Sherly jalan dengan Pria lain kemarin, di Mall, mesra dan tampak ceria sekali.  Dan Sigit sempat menemui Sherly dan mengatakan kalau ia wanita jahat yang sudah menyakiti sahabatnya.
“Ayo kita lakukan!” kata Ryza tetap semangat setelah mendengar cerita itu.  Teman-temannya kaget, dan sebenarnya tidak mau melakukan itu untu wanita yang sudah menyakiti sahabatnya.  Namun, mereka mau lakukakannya karena Ryza bukan Sherly.  “Aku nggak akan urungkan niatku Cuma gara-gara itu, aku akan tunjukkan kalau cintaku tak main-main, dan aku tulus padanya.” tegas Ryza pada teman-temannya.  Mereka tau Ryza sangat sakit hati,  tapi begitulah Ryza, orang yang rela berkorban apapun untuk gadis yang ia sayang.  Akhirnya mereka berlatih dan terus berlatih, sampai pada hari sebelum ulang tahun Sherly, mereka membuat Video Klip.  Dirangkum dalam buah DVD lucu dengan gambar keren dan lucu.
Pesta ultah Sherly kali ini lain, tidak seramai dulu, sekarang yang datang hanya teman dekat Sherly dan teman-teman Ryza.  Ada seorang pria yang baru mereka lihat, ia tinggi, dan kelihatan sangat dewasa.  Sherly meremas tangannya sendiri saat Ryza mendekat padanya, dan memberikan kado pada Sherly.  Pria tadi juga datang dan memerikan sebuah kado kecil dan sekuntum bunga.  Disela pesta itu ada break.  Ryza dan teman-temannya makan dipinggir kolam renang sambil menikmati kue dan eskrim. Pria itu berdiri di dekat pancuran sambil sesekali melihat ke jam ditangannya.  “Aku tau nich om-om!” kata Rudi.  “Siapa?” Tanya Romi penasaran.  “Dia, kakak angkat kita yang brengsek dulu itu! Yang pernah ku tonjok karena nyakitin mbak Citra!” kata Rudi sangat yakin. “Oh, iya, yang hampir ku kencingin dulu itu kan?” kata Sigit terus memandang pria itu. “Apa masalah mbak Citra itu?” tanya Ryza. “hm, kita akan urus dia, kamu urus gadismu Ryz!” kata Fahmi sambil menepuk punggung dan mendorongku agar segera menghampiri Sherly yang keluar dari kamarnya.
Mbak Citra adalah korban hipnotis, Pria itu mendekati gadis-gadis cantik dan kaya untuk dimanfaatkan, awalnya memang terlihat sangat baik, tapi pada akhirnya nanti akan hanya akan ditinggal pergi setelah mendapatkan uang yang banyak dari korbannya.  “Belum kapok juga bra?” kata Rudi mendekat dan bertingkah seperti preman, disusul oleh Ilham, Sigit, Fahmi, dan Romi.   Pria itu nampaknya ingat kejadian waktu, ia di pukul oleh Rudi, dan dikerja oleh Sigit.  Waktu itu, ia lari terbirit birit karena kami berenam menghajarnya sampai babak belur.   Sebenarnya tidakkan kami tidak baik, tapi dia hampir saja melecehkan mbak Citra gebetan Rudi, jadi kami berprilaku seperti itu.  Kali ini mereka melakukan hal yang sama, namun sedikit lembut karena menyadari ini rumah Sherly.
Dilain pihak, Ryza menemui Sherly, Sherly sedikit berbeda, pandangannya agak kosong.  Beberapa kali Ryza mencoba menyadarkan Sherly.  Karena tak tau harus berbuat apa, maka Ryza memeluk Sherly dengan erat lalu mengecup kening Sherly.  Setelah beberapa menit, Sherly kaget dan melotot pada Ryza.  “Za, kamu gila! Banyak orang tau!” kata Sherly malu-malu.  Dan sekarang Ryza yakin kalau Sherly baik-baik saja.   Ditangan Sherly sudah ada sebuah cek yang kosong.  Mungkin ia terkena gendam tadi saat pria itu memberi kado pada Sherly, karena setelah itu Sherly tidak bicara pada Ryza.
Sepulang dari pesta itu, teman-teman Ryza terus tertawa karena tadi puas mempermainkan Pria tadi.  Bedanya sekarang pria itu sudah ada di kantor polisi.  Ryza tersipu malu membaca SMS, teman-temannya lega  karena Ryza mendapat lagi senyum bahagianya yang akhir-akhir ini redup.
Keesokan harinya, entah mengapa anak-anak dikampus tersenyum kalau melihat Ryza dan kawan-kawan.  “Cie, mas Ryza, so sweet banget, mau donk kayak gitu!” kata seorang teman Sherly.   Ternyata Sherly memamerkan Video Klip kami pada teman-temannya, dan menguploadnya ke FB dan di tag pada teman-teman yang ia kenal.  Dan selali lagi mereka malu karena ulah Ryza!  Sekarang  enam sahabat itu tak lagi mempermasalahkan apapun ulah Ryza, karena apapun itu telah membuat persahabatan mereka bertahan dan kenal semua orang.  Karena mereka sudah semester akhir maka Rudi berencana melamar mbak Citra, Romi masih setia dengan teman sekelas kami Stevi, Fahmi akhirnya bersama Yuli, Sigit tetap menjadi pengagum rahasia Silla teman dekat Sherly, dan Ilham yang masih ingin jOmblo saja, karena sudah dijodohkan oleh ortunya.
Dalam waktu sedetik saja mereka jatuh cinta, namun seumur hidup mereka saling mencinta.   Aksi mereka lagi , mengundang gadis-gadis itu di sebuah stadion yang cukup besar, yang berisi hanya Sebelas orang.  5 gadis itu berdiri bangku penonton, dan mereka berenam mencukur habis rumput di lapangan dengan bentuk LOVE. Dengan tangan mereka keatas dan ujung-ujung tangan diatas kepala sampai menyerupai bentuk hati, mereka berteriak “SARANGHEO.”

--END--