Kamis, 19 April 2012

Biarlah




Saat Ryza, Romi, Rudi, Fahmi, dan Ilham sedang sibuk dengan urusannya masing di rumah itu, tiba-tiba sigit datang dan membanting pintu keras-keras.  Sontak semua menoleh kearahnya, “Napa Git datang-datang banting pintu?” Teriak Rudi.  “Shit!!!” kata Sigit lalu melempar kado yang dibawanya. Lalu mereka mendekat pada Sigit.  Fahmi dan Ryza duduk disebelah Sigit, sedangkan Rudi, Ilham dan Romi duduk didepannya.   Mereka hanya diam, semua menunggu Sigit yang bicara.  “Sally, ternyata dah punya cowok! Gila, selama ini aku di mainin!” kata Sigit lalu menundukkan wajahnya.  “Sabar sob, kita akan selalu dukung kamu, apapun pilihan kamu!” Kata Fahmi sambil menepuk bahu sigit.  Yang lain hanya bengong, karena jarang sekali Fahmi sampai mengatakan itu.  “Betul Bro!” Teriak Rudi lalu berdiri.
Seusai kuliah seperti biasa, Ryza menjemput Sherly dikelasnya untuk makan siang bersama teman-temannya.  Saat Sherly keluar, ternyata Sally keluar juga dan langsung disambut oleh pria yang ada di belakang Ryza.  Mereka bergandengan dan langsung pergi begitu saja.  Sherly yang menghampiri Ryza lalu pergi ke kantin menyusul teman-temannya.  “Sher, yang tadi itu cowoknya Sally ya?” tanya Ryza disela bincang-bincang mereka.  “Iya, napa?” Jawab Sherly.  Ryza hanya menggeleng, tapi mungkin Sherly sudah tau maksu Ryza.  Hubungan pertemanan Sally dan Sherly akhir-akhir ini sedikit merenggang.  Semenjak Sally kenal dan pacaran dengan pria tadi Sally jadi berubah dan bersikap dingin pada Sherly.  Pria itu sepertinya membawa dampak negativ untuk Sally,  tidak jarang ibu Sally menelpon Sherly dan menanyakan padanya kenapa Sally belum juga pulang.  Terakhir kali ibu sally bercerita kalau Sally pulang pukul 2 pagi. Setelah mendengar cerita dari Sherly, Sigit sedikit naik darah.  Sigit tidak terima orang yang ia sayangi diperlakukan seperti itu. Karena ia tak sabar maka ia lalu beranjak pergi.  Ryza dan Rudi segera mengikutinya. “Sher, aku ikuti Sigit dulu, takut dia nekat nanti!” pamit Ryza.  Sherly hanya mengangguk dan meneruskan makanya ditemani Fahmi dan Ilham.
Sigit dengan sepeda motornya ngebut, Rudi dan Ryza mengikuti dari belakang.  Rupanya Sigit menuju Mall, mereka parkir dan Sigit masuk, ia berkeliling dimall itu, naik ke atas dan masuk di bioskop.  Tak ditemukan Sally, sampai akhirnya Ryza melihat Sally diseberang “Git, thu thu Sally!” kata Ryza sambil menunjuk ke arah Sally.  Sigit dengan langkah cepat segera menujunya dan menarik tangan Sally.  Ryza dan Rudi yang mengikuti dari belakang hanya diam.  “Apaan sih Git!” kata Sally sambil berusaha melepaskan tangan.  “Sall, dia itu gak baik buat kamu!” kata Sigit sambil berlahan melepaskan tangannya.  “Apapun dia dan bagaimanapun dia, aku tetap butuh dia Git!” kata Sally dengan mata sedikit sembab.  “Kenapa, aku ikhlas kamu sama yang lain, tapi bukan dia!” Kata Sigit dengan nada sedikit meninggi.  “Tapi, dia ayah dari anak yang ku kandung sekarang git!” jawab Sally lalu ia menunduk dan menangis.  Sigit seperti tertimpa bolam lampu, sakit sekali hatinya dan badannya pun ikut sakit.  Ryza yang mendengar itu lalu mendekati pria itu dan memberikan satu tonjokan keras kewajah pria itu.  Pria itu membalas dan menarik baju Ryza, Sigit secara refleks juga memberikan tonjokannya. “Bess!!” Pria itu tersungkur.  “Ayo pergi Bro!” Ajak Rudi dan membenahi kerah Ryza yang agak berantakan.  Tangan sigit menyapu bahu Ryza.  “makasih Sob!” kata Sigit lalu mengajak teman-teman pergi dan membawa Sally juga bersamanya.
Sigit mau menikahi Sally walaupun ia tengah hamil dengan orang lain. Ia tau itu karena Sally di perdaya.   Sehari sebelum akat nikah, Sally terpeleset dan ia mengalami pendarahan, sehingga akat nikah itu ditunda sementara.  Karena Sigit menikahi Sally bukan karena ia hamil, tapi karena ia menyayangi Sally.
Hari pernikahan pun tiba, diakhir acara 6 pasangan kekasih itu berfoto bersama, dan ketika lempar bunga, Sherly yang mendapatkan bunga itu.  Ryza pun jadi memerah wajahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar