Saat Ryza, Romi, Rudi, Fahmi, dan
Ilham sedang sibuk dengan urusannya masing di rumah itu, tiba-tiba sigit datang
dan membanting pintu keras-keras. Sontak
semua menoleh kearahnya, “Napa Git datang-datang banting pintu?” Teriak
Rudi. “Shit!!!” kata Sigit lalu melempar
kado yang dibawanya. Lalu mereka mendekat pada Sigit. Fahmi dan Ryza duduk disebelah Sigit,
sedangkan Rudi, Ilham dan Romi duduk didepannya. Mereka hanya diam, semua menunggu Sigit yang
bicara. “Sally, ternyata dah punya
cowok! Gila, selama ini aku di mainin!” kata Sigit lalu menundukkan
wajahnya. “Sabar sob, kita akan selalu
dukung kamu, apapun pilihan kamu!” Kata Fahmi sambil menepuk bahu sigit. Yang lain hanya bengong, karena jarang sekali
Fahmi sampai mengatakan itu. “Betul
Bro!” Teriak Rudi lalu berdiri.
Seusai kuliah seperti biasa, Ryza menjemput
Sherly dikelasnya untuk makan siang bersama teman-temannya. Saat Sherly keluar, ternyata Sally keluar
juga dan langsung disambut oleh pria yang ada di belakang Ryza. Mereka bergandengan dan langsung pergi begitu
saja. Sherly yang menghampiri Ryza lalu
pergi ke kantin menyusul teman-temannya.
“Sher, yang tadi itu cowoknya Sally ya?” tanya Ryza disela
bincang-bincang mereka. “Iya, napa?”
Jawab Sherly. Ryza hanya menggeleng,
tapi mungkin Sherly sudah tau maksu Ryza.
Hubungan pertemanan Sally dan Sherly akhir-akhir ini sedikit
merenggang. Semenjak Sally kenal dan
pacaran dengan pria tadi Sally jadi berubah dan bersikap dingin pada Sherly. Pria itu sepertinya membawa dampak negativ
untuk Sally, tidak jarang ibu Sally
menelpon Sherly dan menanyakan padanya kenapa Sally belum juga pulang. Terakhir kali ibu sally bercerita kalau Sally
pulang pukul 2 pagi. Setelah mendengar cerita dari Sherly, Sigit sedikit naik
darah. Sigit tidak terima orang yang ia
sayangi diperlakukan seperti itu. Karena ia tak sabar maka ia lalu beranjak
pergi. Ryza dan Rudi segera
mengikutinya. “Sher, aku ikuti Sigit dulu, takut dia nekat nanti!” pamit
Ryza. Sherly hanya mengangguk dan
meneruskan makanya ditemani Fahmi dan Ilham.
Sigit dengan sepeda motornya ngebut,
Rudi dan Ryza mengikuti dari belakang.
Rupanya Sigit menuju Mall, mereka parkir dan Sigit masuk, ia berkeliling
dimall itu, naik ke atas dan masuk di bioskop.
Tak ditemukan Sally, sampai akhirnya Ryza melihat Sally diseberang “Git,
thu thu Sally!” kata Ryza sambil menunjuk ke arah Sally. Sigit dengan langkah cepat segera menujunya
dan menarik tangan Sally. Ryza dan Rudi
yang mengikuti dari belakang hanya diam.
“Apaan sih Git!” kata Sally sambil berusaha melepaskan tangan. “Sall, dia itu gak baik buat kamu!” kata
Sigit sambil berlahan melepaskan tangannya.
“Apapun dia dan bagaimanapun dia, aku tetap butuh dia Git!” kata Sally
dengan mata sedikit sembab. “Kenapa, aku
ikhlas kamu sama yang lain, tapi bukan dia!” Kata Sigit dengan nada sedikit
meninggi. “Tapi, dia ayah dari anak yang
ku kandung sekarang git!” jawab Sally lalu ia menunduk dan menangis. Sigit seperti tertimpa bolam lampu, sakit
sekali hatinya dan badannya pun ikut sakit.
Ryza yang mendengar itu lalu mendekati pria itu dan memberikan satu
tonjokan keras kewajah pria itu. Pria
itu membalas dan menarik baju Ryza, Sigit secara refleks juga memberikan
tonjokannya. “Bess!!” Pria itu tersungkur.
“Ayo pergi Bro!” Ajak Rudi dan membenahi kerah Ryza yang agak
berantakan. Tangan sigit menyapu bahu
Ryza. “makasih Sob!” kata Sigit lalu
mengajak teman-teman pergi dan membawa Sally juga bersamanya.
Sigit mau menikahi Sally walaupun ia
tengah hamil dengan orang lain. Ia tau itu karena Sally di perdaya. Sehari sebelum akat nikah, Sally terpeleset
dan ia mengalami pendarahan, sehingga akat nikah itu ditunda sementara. Karena Sigit menikahi Sally bukan karena ia
hamil, tapi karena ia menyayangi Sally.
Hari pernikahan pun tiba, diakhir
acara 6 pasangan kekasih itu berfoto bersama, dan ketika lempar bunga, Sherly
yang mendapatkan bunga itu. Ryza pun
jadi memerah wajahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar