Kamis, 19 April 2012

TAK SEMPAT TERUCAP



“Besuk ,, pengumuman kelulusan!” kata seorang gadis sambil menghela nafas dan melanjutkan perjalanan pulang dengan sepedanya. Di sepanjang jalan hanya bentangan rumput hijau dan pematang sawah.

Saat ia mau belok ke gang rumahnya, ia melihat sebuah mobil mendahuluinya dan berbalik, keluar kepala dari kaca mobil dan menoleh padanya.

“Mas Fadil?” kata Tria sambil tersenyum ia segera semangat menggenjot sepadanya, saat mobil itu berhenti didepannya, turun seorang Pria yang tampan dengan seorang wanita.

Wajah ceria Tria tiba-tiba jadi mendung dan langsung pulang kerumah dengan murung, fadil yang tidak tau kalau Tria sudah ada dibelakang acuh dan langsung masik rumah.

Fadil baru pulang dari luar Negeri, Ia melanjutkan S2 nya di luar Negeri karena ia mendapat beasiswa berprestasi dari kampusnya dulu.  Fadil dan Tria saling mengenal sejak Tria masih duduk di bangku SMP.  Fadil adalah cinta pertama bagi Tria, dan mereka berpisah karena Fadil harus belajar di Luar Negeri.

Fadil adalah seorang Pria yang sederhana, tidak suka repot, cuek. Tapi dibalik semua itu ia amat baik. Fadil juga menyukai Tria sejak pertama kali melihatnya. Fadil suka karena Tria adalah gadis yang tomboy, ceroboh, tapi baik hati, selalu ceria, peduli kepada sesama dan setiakawan.

Waktu itu ada anak yang permen lolipopnya jatuh dan Tria membelikan anak itu permen lagi padahal uang jajan hanya tinggal Rp500.- dan Tria tidak mengenal anak itu, saat itulah Fadil pertama kali melihat Tria.

Suatu hari Tria sedang duduk dipinggir sungai sambil melempar batu ke sungai, ia menunggui temannya yang sedang mencuci pakaian.

“heh, nyiprati!” kata Siti
“hhhAAAA,,,haah,,, biar kamu sekalian mandi” kata Tria
“I a.. mas u dah balik? Seneng nich:”
“apanya??? Seneng gimana, pulang – pulang bawa perempuan kemarin.” Kata Tria agak cemberut.
“ hahha,, haha,, KASIAN DEH LU,, pisah 4 tahun, dia pulang-pulang udah punya gantinya!” ledek Siti.
“TERUSIN AJA,, e,,, ngapan diem githu,,?”
“THUH..!” sambil  menunjuk kearah Tria dan agak gugup.
“Tria??” Kata Fadil

Suara itu.. lalu menolah
“mas Fadil,,, ngagetin aja!!” kata Tria sedikit kesal.
“kamu gak nyambutku kemarin? Dah lupa ya?!” Fadil
“ Uh,, ngapain? Kan udah ditemeni dan diantar sama mbak-mbak itu?” Tria
“itu mbak sepupu, ketemu disana, kamu cemburu ya?” tanya Fadil sambil menggoda.
“ Ah,, Mas, NYEBELIN!!!” Tria
“hm..hmm.. wah gak inget nich sama aku, udah ketemu pacarnya shihh!”
“hehe,, Kamu Siti,, Ya tho”’ kata  Fadil
Lalu mereka mengobrol panjang lebar….di tepi sungai itu..

-o0o-

Fadil dan Tria selalu dibilang kalau mereka berpacaran tapi sebenarnya tidak. Tria juga bingung apaKah Fadil menyukainya atau tidak, tapi,, perlakuan Fadil pada Tria Sangat Spesial. Mereka tidak pernah saling mengungkapkan. Fadil tahu kalau Tria menyukainya makanya Ia begitu percaya diri mendekati Tria.

Setelah lulus SMK,, Tria melanjutkan ke kota dan Fadil juga mengajar dikampus, Fadil Dosen termuda dan banyak mahasiswi yang menyukainya.

Tria kadang kesal bila Fadil didekati atau disms oleh mahasiswi lain. Tapi Ia tidak punya hak marah karena Bukan siapa-siapa Fadil. Fadil juga tidak pernah mengungkapkan perasaannya dan menunjukkan tanda-tanda cemburu pada Tria, meskipun Tria sering sengaja berjalan atau pulang bersama teman Prianya.

Tria begitu tidak berdaya, pernah Ia berniat menanyakan perasaan Fadil yang sebenarnya, tapi niat itu selalu diurungkan oleh Tria karena ia takut Fadil marah.

4 tahun berlalu, mereka semakin dewasa dan Tria hampir lulus kuliah s1nya, tinggal menyusun Ujian Skripsi. 4 tahun tidak mengubah keadaan mereka sering bersama tapi  tak pernah itu terucap dari Fadil. Tria amat gundah dan kebingungan ia takut kehilangan, tapi juga takut mengungkapkan duluan.. dia amat tersiksa dengan keadaan itu.
Suatu malam, fadil mengajak Tria makan bersama. Malam itu rencananya Fadil akan langsung melamar Tria. Tapi Tuhan berkehandak lain,, Tria mendapat kecelakaan, dia koma cukup lama. Semua itu membuat faDIL AMAT terpukul..
Ketika Tria Sudah siuman Ia bertanya pada Fadil.
“Mas.. Ada yang ingin kau katakan padaku?”
”Sudah,, kamu Istirahat dulu!” fadil
“Mas??” tanya Tria berharap kata itu keluar dari mulut Fadil.
Tapi Fadil tetap bisu..
Sehari setelah itu Tria di panggil NYA .. dan Fadil hanya bisa menangis dan menyesali diri,, dan memendam perasaan yang ia jaga selama bertahun-tahun itu..
ooOoo
TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar