“Besuk ,, pengumuman kelulusan!” kata seorang gadis sambil menghela nafas dan melanjutkan
perjalanan
pulang dengan sepedanya. Di sepanjang jalan hanya bentangan rumput hijau dan
pematang sawah.
Saat ia mau belok ke gang rumahnya, ia melihat sebuah mobil
mendahuluinya dan berbalik, keluar kepala dari kaca mobil dan menoleh padanya.
“Mas Fadil?” kata Tria sambil tersenyum ia segera semangat menggenjot
sepadanya, saat mobil itu berhenti didepannya, turun seorang Pria yang tampan
dengan seorang wanita.
Wajah ceria Tria tiba-tiba jadi mendung dan langsung pulang kerumah dengan murung,
fadil yang tidak tau kalau Tria sudah ada dibelakang acuh dan langsung masik
rumah.
Fadil baru pulang dari luar Negeri, Ia melanjutkan S2 nya di luar
Negeri karena ia mendapat beasiswa berprestasi dari kampusnya dulu. Fadil dan Tria saling mengenal sejak Tria
masih duduk di bangku SMP. Fadil adalah
cinta pertama
bagi Tria, dan mereka berpisah karena Fadil harus belajar di Luar Negeri.
Fadil adalah seorang Pria yang sederhana, tidak suka repot, cuek.
Tapi dibalik semua itu ia amat baik. Fadil juga menyukai Tria sejak pertama kali
melihatnya. Fadil suka karena Tria adalah gadis yang tomboy, ceroboh, tapi baik hati, selalu
ceria, peduli kepada sesama dan setiakawan.
Waktu itu ada anak yang permen lolipopnya jatuh dan Tria membelikan
anak itu permen lagi padahal uang jajan hanya tinggal Rp500.- dan Tria tidak
mengenal anak itu, saat itulah Fadil pertama kali melihat Tria.
Suatu hari Tria sedang duduk dipinggir sungai sambil melempar batu ke sungai, ia
menunggui temannya yang sedang mencuci pakaian.
“heh, nyiprati!” kata Siti
“hhhAAAA,,,haah,,, biar kamu sekalian mandi” kata Tria
“I a.. mas u dah balik? Seneng nich:”
“apanya??? Seneng gimana, pulang – pulang bawa perempuan kemarin.”
Kata Tria agak cemberut.
“ hahha,, haha,, KASIAN DEH LU,, pisah 4 tahun, dia pulang-pulang
udah punya gantinya!” ledek Siti.
“TERUSIN AJA,, e,,, ngapan diem githu,,?”
“THUH..!” sambil menunjuk
kearah Tria dan agak gugup.
“Tria??” Kata Fadil
Suara itu.. lalu menolah
“mas Fadil,,, ngagetin aja!!” kata Tria sedikit kesal.
“kamu gak nyambutku kemarin? Dah lupa ya?!” Fadil
“ Uh,, ngapain? Kan udah ditemeni dan diantar sama mbak-mbak itu?”
Tria
“itu mbak sepupu, ketemu disana, kamu cemburu ya?” tanya Fadil
sambil menggoda.
“ Ah,, Mas, NYEBELIN!!!” Tria
“hm..hmm.. wah gak inget nich sama aku, udah ketemu pacarnya shihh!”
“hehe,, Kamu Siti,, Ya tho”’ kata
Fadil
Lalu mereka mengobrol panjang lebar….di tepi sungai itu..
-o0o-
Fadil dan Tria selalu dibilang kalau mereka berpacaran tapi
sebenarnya tidak. Tria juga bingung apaKah Fadil menyukainya atau tidak, tapi,,
perlakuan Fadil pada Tria Sangat Spesial. Mereka tidak pernah saling
mengungkapkan. Fadil tahu kalau Tria menyukainya makanya Ia begitu percaya diri
mendekati Tria.
Setelah lulus SMK,, Tria melanjutkan ke kota dan Fadil juga mengajar
dikampus, Fadil Dosen termuda dan banyak mahasiswi yang menyukainya.
Tria kadang kesal bila Fadil didekati atau disms oleh mahasiswi
lain. Tapi Ia tidak punya hak marah karena Bukan siapa-siapa Fadil. Fadil juga tidak pernah
mengungkapkan perasaannya dan menunjukkan tanda-tanda cemburu pada Tria,
meskipun Tria sering sengaja berjalan atau pulang bersama teman Prianya.
Tria begitu tidak berdaya, pernah Ia berniat menanyakan perasaan
Fadil yang sebenarnya, tapi niat itu selalu diurungkan oleh Tria karena ia
takut Fadil marah.
4 tahun berlalu, mereka semakin dewasa dan Tria hampir lulus kuliah s1nya, tinggal
menyusun Ujian Skripsi. 4 tahun tidak mengubah keadaan mereka sering bersama
tapi tak pernah itu terucap dari Fadil.
Tria amat gundah dan kebingungan ia takut kehilangan, tapi juga takut
mengungkapkan duluan.. dia amat tersiksa dengan keadaan itu.
Suatu malam, fadil mengajak Tria makan bersama. Malam itu rencananya
Fadil akan langsung melamar Tria. Tapi Tuhan berkehandak lain,, Tria mendapat
kecelakaan, dia koma cukup lama. Semua itu membuat faDIL AMAT terpukul..
Ketika Tria Sudah siuman Ia bertanya pada Fadil.
“Mas.. Ada yang ingin kau katakan padaku?”
”Sudah,, kamu Istirahat dulu!” fadil
“Mas??” tanya Tria berharap kata itu keluar dari mulut Fadil.
Tapi Fadil tetap bisu..
Sehari setelah itu Tria di panggil NYA .. dan Fadil hanya bisa
menangis dan menyesali diri,, dan memendam perasaan yang ia jaga selama
bertahun-tahun itu..
ooOoo
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar